SEJARAH DESA BELAYAN

1783874658027.jpg
Gambar: SEJARAH DESA BELAYAN ( ardi ) Sumber: https://www.belayan.desa.id/

Sejarah Desa Belayan

Desa Belayan memiliki sejarah yang berawal dari perpindahan penduduk dari wilayah Lumbis di sepanjang Sungai Sembakung. Perpindahan tersebut berlangsung dalam dua tahap, yaitu pada tahun 1926 hingga 1927. Masyarakat yang hingga saat ini menetap di Desa Belayan merupakan keturunan dari penduduk asli yang melakukan perpindahan tersebut.

Pada masa awal pembentukannya, jumlah penduduk Desa Belayan masih relatif sedikit dan hanya terdiri atas beberapa kepala keluarga. Seiring berjalannya waktu, jumlah penduduk terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan penduduk serta perkembangan wilayah.

Secara administratif, Desa Belayan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kabupaten Malinau. Desa ini terletak di tepi Sungai Semendurut dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Lumbis;
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Salap dan Desa Seruyung;
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Putat; dan
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Kelapis.

Sebelum menjadi Desa Belayan, wilayah ini terdiri atas dua desa, yaitu Desa Luba dan Desa Selidung. Dalam rangka penataan wilayah pemerintahan, pada tahun 2005 kedua desa tersebut secara resmi digabungkan menjadi satu desa dengan nama Desa Belayan.

Nama Belayan berasal dari nama bekas perkampungan leluhur masyarakat setempat. Di lokasi tersebut hingga saat ini masih dapat dijumpai berbagai jenis pohon buah-buahan yang merupakan peninggalan nenek moyang. Sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah serta warisan budaya masyarakat, nama Belayan kemudian ditetapkan sebagai nama desa dan terus digunakan hingga sekarang.

Sejak awal berdirinya, masyarakat Belayan membuka lahan sebagai kawasan permukiman sekaligus lahan pertanian. Mayoritas penduduk berasal dari Suku Dayak Tenggalan yang secara turun-temurun menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian serta pemanfaatan hasil hutan. Hasil hutan yang menjadi sumber mata pencaharian masyarakat antara lain gaharu, rotan, dan damar.

Seiring dengan perkembangan zaman dan meningkatnya kebutuhan ekonomi, kegiatan usaha masyarakat Desa Belayan juga mengalami kemajuan. Selain tetap mengandalkan sektor pertanian, masyarakat mulai mengembangkan perkebunan karet dan kelapa sawit yang kini menjadi salah satu sumber penghasilan utama. Di samping itu, sebagian masyarakat memiliki keterampilan dalam membuat berbagai kerajinan anyaman berbahan baku rotan dan bambu. Kerajinan tersebut masih dikelola secara mandiri dalam skala rumah tangga sebagai upaya melestarikan kearifan lokal sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan sejarah yang panjang serta kekayaan budaya yang dimilikinya, Desa Belayan terus berkembang sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai adat, budaya, dan kearifan lokal. Pemerintah desa bersama seluruh masyarakat berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia secara berkelanjutan.

Daftar Kepala Desa Belayan

No.

Nama Kepala Desa

Masa Jabatan

1

Tumin

2004–2009

2

Tumin

2009–2017

3

Tumin

2017–2023

4

Midun Haris

2023–2029

 

Bagikan post ini: